Shodaqoh

  • Bagikan

 

Bitung, Sulut – Brasnews.net Bagian Ke-Empat, Rabu (24/10/24)

  • Shodaqoh Dapat Menolak Bala’ Atau Bencana

Hadits :

يَا عَلِيُّ ! صَّدَقَةَالسِّرِّ َتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَ تَجْلِبُ الْبَرَكَةَ وَالرِّزْقَ الْكَثِيْرَ وَبَاكِرْ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ الْبَلاَءَ يَنْزِلُ قَبْلَ الْبُكُوْرِ فَتَرُدُّ الْقَضَاءَ فِى الْهَوَاءِ

Artinya :

“Hai Ali, sedekah yang sembunyi-sembunyi itu dapat meredam murka Allah, lagi pula menarik berkah dan rezki yang banyak. Maka pagi-pagilah kalau bersedekah, sebab bahaya itu turunnya pada pagi hari. Maka sebelum bahaya turun, bersedekahlah sehingga dapat menolak bahaya di udara. (Hadits Rasul kepada Ali r.a., Wasiat Rasulullah kepada Ali ra, Hal. 27)

Hadits :

الصَّدَقَةُ تَرُدُّ الْبَلاَءَ وَتُطَوِّلُ الْعُمُرَ

Artinya :

“Sedekah itu menolak bencana dan memanjangkan umur.” (Tanqihul Qaul, Hal. 112)

Dua hadits ini dengan sangat jelas memberi pelajaran bahwa shodaqohdapat mencegah bala’ atau bencana, lebih lazim disebut tolak bala’. Perhatikan kalimat “Maka pagi-pagilah kalau bersedekah, sebab bahaya itu turunnya pada pagi hari. Maka sebelum bahaya turun, bersedekahlah sehingga dapat menolak bahaya di udara”, serta kalimat “menolak bencana”.

  • Shodaqoh Adalah Obat Dan Memanjangkan Umur

Hadits :

حَسِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَوُا مَرْضَكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَاَعِدُّوْا لِلْبَلاَءِ الدُّعَاءِ

Artinya :

“Bersihkanlah hartamu dengan zakat, dan obatilah orang sakitmu dengan sedekah dan tolaklah olehmu bencana-bencana dengan doa.” (HR. Khatib dari Ibnu Mas’ud, Mukhtarul Al Hadits, Hal. 309)

Hadits :

الصَّدَقَةُ تَرُدُّ الْبَلاَءَ وَتُطَوِّلُ الْعُمُرَ

Artinya :

“Sedekah itu menolak bencana dan memanjangkan umur.” (Tanqihul Qaul, Hal. 112)

Kedua hadits tersebut diatas memberi penjelasan bahwa shodaqoh adalah merupakan obat bagi orang sakit dan pada akhirnya orang sakit tersebut menjadi sembuh dan mendapatkan umur panjang. Perhatikan kalimat “obatilah orang sakitmu dengan sedekah”, serta kalimat “Sedekah itu menolak bencana dan memanjangkan umur”. Hadits inilah yang menjadi dasar hukum untuk menganjurkan orang-orang yang menderita sakit agar bersedekah. Diharapkan dengan shodaqoh tersebut orang yang menderita sakit akan menjadi sehat dan panjang umur.

  • Shodaqoh Dapat Mendatangkan Rizki Yang Banyak

Hadits :

يَا عَلِيُّ ! صَّدَقَةَالسِّرِّ َتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَ تَجْلِبُ الْبَرَكَةَ وَالرِّزْقَ الْكَثِيْرَ وَبَاكِرْ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ الْبَلاَءَ يَنْزِلُ قَبْلَ الْبُكُوْرِ فَتَرُدُّ الْقَضَاءَ فِى الْهَوَاءِ

Artinya :

“Hai Ali, sedekah yang sembunyi-sembunyi itu dapat meredam murka Allah, lagi pula menarik berkah dan rezki yang banyak. Maka pagi-pagilah kalau bersedekah, sebab bahaya itu turunnya pada pagi hari. Maka sebelum bahaya turun, bersedekahlah sehingga dapat menolak bahaya di udara.” (Hadits Rasul kepada Ali r.a., Wasiat Rasulullah kepada Ali ra, Hal. 27)

Baca juga beritanya  Kodim 0104/Aceh Timur Berbagi Takjil Gratis di Depan Asrama Hanura Selama Bulan Suci Ramadhan

Hadits ini juga menjelaskan bahwa shodaqoh dapat mendatangkan rizki yang banyak. Perhatikan kalimat “lagi pula menarik berkah dan rezki yang banyak”.

  • Shodaqoh Adalah Benteng Dari Siksa Neraka

Hadits :

صَّدَقَةَالسِّرِّ َتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَصَدَقَةُ الْعَلاَنِيَّةِ جُنَّةٌ مِن َالنَّارِ

Artinya :

“Sedekah yang rahasia itu dapat memadamkan kemarahan Tuhan, dan sedekah terang-terangan itu adalah merupakan benteng dari neraka.” (Tanqihul qaul, Hal 109)

Hadits ini menjelaskan bahwa shodaqoh terang-terangan adalah merupakan benteng atau perlindungan dari siksa api neraka. Perhatikan kalimat “sedekah terang-terangan itu adalah merupakan benteng dari neraka”

  • Shodaqho Dapat Mencegah Su’ul Khotimah Atau Mati Jahat

Hadits :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ عَنْ مِيتَةِ السُّوءِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Artinya :

Dari Anas bin Malik dia berkata Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar mematikan kemarahan Tuhan dan mencegah orang mati jahat.” (Tirmidzi 600 Az Zakat- Fadhlu Ash Shodaqoh)

Hadits ini memuat pelajaran bahwa shodaqoh dapat mencegah na’as atau mati jahat atau su-ul khatimah atau akhir kematian yang jelek. Perhatikan kalimat “dan mencegah orang mati jahat”.

  • Shodaqoh Adalah Jalan Kekayaan

Hadits :

إِنَّ الصَّدَقَةَ لاَ تَزِبْدُ الْمَالَ إِلاَّ كَثْرَةً

Artinya :

“Sesungguhnya sedekah hanya menambah harta semakin banyak.” (HR. Ibnu ‘Adi dari Ibnu Umar, Al Jami’us Shagier 2, Hal. 14)

Hadits ini mengajarkan dengan jelas bahwa shodaqoh merupakan jalan terbukanya pintu rizki dan mengantar seseorang untuk mencapai kekayaan.Perhatikan seluruh kalimat “Sesungguhnya sedekah hanya menambah harta semakin banyak”.

  • Agar Diampuni Sebagian Dari Dosa-Dosa

Q.S. Al Baqarah ayat 271

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya :

Jika kamu Menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka Menyembunyikan itu lebih baik bagimu. dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat ini merupakan fadilah, manfaat, tujuan bershodaqoh yang kedua, yaitu diampuni Allah sebahagian dari pada dosa-dosa. Perhatikan kalimat “dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu”.

  • Memperoleh Pahala Yang Besar Atau Pahala Yang Banyak
Baca juga beritanya  Polsek Patumbak Lakukan Penindakan Yang Diduga Lapak Judi Tembak Ikan di Wilkumnya

Q.S. Al Hadiid ayat 7

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

Artinya :

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.

Q.S. Al Baqarah ayat 245

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya :

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Q.S. Al Hadiid ayat 11

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya :

Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan Dia akan memperoleh pahala yang banyak.

Q.S. Al Hadiid ayat 18

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya :

Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul- Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

Q.S. An Nisaa’ ayat 114

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Artinya :

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia)memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Lima ayat tersebut diatas juga memberikan penjelasan tentang fadilah, keutamaan, manfaat, tujuan bershodaqoh yaitu memperoleh pahala yang besar atau memperoleh pahala yang banyak. Perhatikan kalimat pada ayat pertama “dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar”, juga kalimat pada ayat yang kedua “memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak”, juga kalimat pada ayat yang ketiga “dan Dia akan memperoleh pahala yang banyak”, demikian pula kalimat pada ayat yang keempat “dan bagi mereka pahala yang banyak.”, adapun yang terakhir perhatikan kalimat pada ayat yang kelima “Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”.

  • Shodaqoh Adalah Jalan Ma’rifatullah
Baca juga beritanya  Bank Aceh Kembali Dipercaya Salurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2024

Hadits :

إِنَّ الصَّدَقَة َ يُبْتَغَ بِهَا وَجْهُ اللَّهِ تَعَالَى وَالْهَدِيَّةُ يُبْتَغَى بِهَا وَجْهُ الرَّ سُوْلِ وَ قَضَاءُ الْحَاجَةِ Artinya

Artinya :

“Sesungguhnya sedekah diharapkan dengan wajah Allah SWT sedang hadiah diharapkan dengan wajah Rasul dan kesampaian hajat.” (HR. Thabraani dl. Al Kabiir dari Abd. Rahman bin Al Qomah, Al Jam’us Shagier 2, Hal. 15)

Hadits ini menjelaskan bahwa shodaqoh adalah jalan pendekatan dan jalan pengenalan terhadap Allah lebih lazim disebut ma’rifatullah. Perhatikan kalimat “Sesungguhnya sedekah diharapkan dengan wajah Allah SWT”.

  • Shodaqoh Merupakan Jalan Kewalian

Q.S. Al Baqarah ayat 274

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya :

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Ayat ini merupakan ayat yang terpenting yang membahas tentang shodaqoh, bahwa sedekah adalah merupakan jalan kewalian. Perhatikan kalimat “tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. “Laa khaufun walaa yahzanuun” mempunyai pengertian tidak ada ketakutan dan tiada kesedihan. Manusia pada peringkat ini yaitu manusia yang telah sempurna berada dalam perlindungan Allah, sehingga tidak ada yang dapat membuat mereka takut dan tidak ada pula yang dapat membuat mereka bersedih hati. Siapakah mereka itu, maka sebagai jawabannya kita merujuk pada ayat Al Qur’an surat Yunus ayat 62

Q.S. Yunus ayat 62

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya :

  1. Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada ketakutan (kekhawatiran) terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Maka sebagai jawaban siapakah orang-orang yang telah sempurna mendapat taufiq, maqfirah, hidayah, rahmat dan ridho Allah. sehingga mereka mencapai peringkat jiwa yang tiada ketakutan dan tiada kesedihan hati, maka mereka itulah Wali-Wali Allah. Perhatikan kalimat pada ayat ini “Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada ketakutan (kekhawatiran) terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. Dari seluruh penjelasan yang tersebut diataslah sehingga dapat disimpulkan bahwa sedekah adalah jalan kewalian.

Penulis: talia
  • Bagikan